Cerita

Orang Ketiga: Aku (Perempuan yang dikhianati)

Cerita Pertama (Aku), Re-upload Orang ketiga diantara Kita

Aku adalah Perempuan …
Perempuan biasa yang hanya memiliki sebuah kata percaya untukmu tak lebih.
Tapi jangan pernah menyalahgunakan percayaku ini karena itu mahal harganya

Aku tahu tak mudah menjalani sebuah perjalanan yang panjang dan jauh,
Tapi aku punya satu keyakinan bahwa semua yang aku perjuangankan akan berujung kebahagiaan.

Tapi semua berubah, ketika ada seorang perempuan yang baik hati dan dekat disana.

Apakah kamu tahu?
Bahwa aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk kita.
Ini sungguh buruk.
Kenapa kamu berani berbaik hati dengannya sampai dia juga membalas kebaikan hatimu.
Apa yang kamu fikirkan untuk kita
Apakah aku kurang baik untuk kamu?
Apakah aku kurang cantik?
Kurang pintar?
Apa yang membuatmu berbagi kebaikan untuknya?
Orang pertama yang aku salahkan mungkin diriku sendiri kenapa aku membuat kamu berbagi dengan yang lain dan membuat kalian diposisi nyaman.
Apakah aku sebodoh itu hingga detik ini aku tak sadar?
Orang kedua yang patut disalahkan adalah kamu.
Kenapa kamu memilih yang lain.
Apa yang kamu lihat darinya yang berbeda denganku?
Sempat aku membaca pernyataan bahwa “jika kau menemukan cinta kedua maka pilihlah yang kedua, karena orang yang kedua mampu membuatmu jatuh hati kembali setelah yang pertama”
Tapi aku tak percaya kata kata itu sekarang.
Ketahuilah jika yang kedua hanya sebagai pelarianmu saja karena yang paling mengerti adalah yang pertama.
Aku patut menyalahkanmu atas kejadian semua yang terlampau batas ini.
Jangan terlalu berbaik hati dengan orang lain.
Bisa jadi Kebaikanmu akan dibalas oleh dia dan itu menyakitiku
Dan untuk cinta yang kedua dan seseorang yang berada lebih dekat dari padaku dan seseorang yang berhasil membuat kamu nyaman
Ketahuilah dan sadarlah, seseorang itu sudah memiliki Perempuan lainnya
Ketahuilah perasaan sang Perempuannya
Kamu juga Perempuan dan anggaplah dirimu itu adalah aku agar kau bisa merasakan bagaimana sebuah cermin jatuh didepanmu dan menjadi sepihan kaca.
Tak bisakah kau menjauh darinya?
Apakah karena dia terlalu baik untukmu?
Dan mengapa kamu berfikir untuk membalas kebaikannya?
Apakah kamu tak pernah terbesit sedikitpun jika itu akan menghancurkan perempuan lainnya?
Sekali lagi, kamu terlalu baik menjadi perempuan
Jangan seperti itu
Dan berhentilah
Aku tak pernah menyalahkanmu karena yang patut disalahkan adalah dia
Dia milikku yang berani berbaik hati denganmu
Tapi aku berharap kaupun tak pernah menanggapinya
Aku tahu jodoh tidak pernah kemana
Aku tahu kaupun berfikir seperti itu
Tapi bukan seperti itu caramu untuk mendapatkan jodohmu
Berbaiklah karena aku yakin karma itu ada
Jangan terlalu nyaman karena hati kecilmu tak nyaman
Lanjutan Cerita:

2 thoughts on “Orang Ketiga: Aku (Perempuan yang dikhianati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *