Travel

Storitsa: One day One Trip in Bandung (Back to bandung, wanna holiday to bandung again)

Bandung, hal yang pertama muncul dalam pikiran ketika disebutkan kata Bandung adalah …

Kota kembang, cantik-cantik dan cakep-cakep, adem, sejuk, enak, pokoknya yang terlintas adalah yang positif semua. Bukankah begitu? Iyapp betul sekali.

Sejujurnya ini bukanlah hal yang pertama saya ke Bandung, akan tetapi ini pertama kali ke Bandung ala backpacker dengan empat teman dan semuanya ciwi-ciwi. Jika dulu pernah ketika SMA rekreasi satu angkatan dan kami hanya mengekor kemana-mananya jadi tidak tahu menahu Bandung itu seperti apa.

Kami ciwi-ciwi sudah merencanakan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Bagi kami menyamakan jadwal itu tidaklah mudah *sok sibuk*. Tidak lupa kami merencanakan akomodasi dan transport, saat itu kami memilih kereta karena memang pertimbangan agar tidak terlalu lelah juga dijalan dan kebetulan ada tiket kereta promo PP Cuma 136ribu, mungkin ada yang murah bisalah dishare disini. Selanjutnya kami merencanakan buat akomodasi, awalnya kami udah pesan penginapan didekat-dekat stasiun, karena memang kami berangkat dari Jakarta ke bandung hari sabtu, 18 Maret 2017 jam 05.00 dan pulangnya besok hari 19 Maret jam 5 pagi juga, tanpa berifikir aneh-aneh mending nyari penginapan yang dekat dari stasiun dan tinggal jalan, tapi ternyata setelah bertanya jalanannya kurang bagus karena dulu bekas saritem kalau saya bayangin sih seperti tempat-tempat begitulah (coba googling sendiri ya), dengan diskusi panjang akhirnya kami pindah tempat.

Kami merekomendasikan untuk backpacker yakni lebih baik mencari penginapan yang non AC karena cuaca malam di Bandung dingin dan agar harganya lebih irit juga sih. Jauh-jauh hari kami juga sudah merencanakan akan kemana saja, yang pertama adalah farmhouse lembang, next tripe ke float market/boscha, kemudian ke asia afrika, check in ke penginapan, jalan-jalan dan nyari oleh-oleh, dan bubuk cantik sampai pagi.

Hari yang ditunggu datang juga. Jam 9/stgh 10 kami sudah sampai di kota kembang, kami langsung nyari grab tidak naik angkutan umum. Padahal bisa naik angkutan warna abu-abu semi putih jurusan lembang turunnya didepan pas farmhouse.

Pertimbangan naik grab karena kami berlima jadi lebih murah kalau naik gituan, kami juga tipekal males kalau diputer-puterin (biasanya angkutan itu muter-muter dulu, kalau tidak ya nge-time) meskipun sejujurnya lebih mahal dibanding angkutan.

Sampai didepan farmhouse kami langsung masuk dan membayar tiket masuk perorang Rp. 20.000,-  dan free susu lembang, murah bukan??. Fyi saja kalau dulu bisa memilih free susu atau sosis tapi sekarang sosisnya dijual dengan harga Rp. 15.000,-.

Farm House Susu-11
Farm House Susu Lembang

 

Farm House Tiket masuk-12
Farm House Tiket masuk

 

Kami keliling-keliling di farm house, bangunan-bangunan dan taman-tamannya ditata sedemikian rupa dan keren banget asli. Rasanya, cocok banget dengan keluarga dengan adopsi bangunan ala-ala eropa.

Farm House Rumah holland-1
Farm House Rumah holland
Farm House rumah petani-2
Farm House rumah petani


Farm House jendela rumah-3
Farm House jendela rumah


Ada taman hobbit, taman gembok, bisa pinjam baju holand (baju khas orang eropa), baju-bajunya ada yang versi dewasa, anak-anak, cowok, dan cewek.

Farm house gembok cinta-4a
Farm house gembok cinta

 

Farm House Rumah Hobbit-5
Farm House Rumah Hobbit
Farm House Rumah Hobbit besar-6
Farm House Rumah Hobbit besar

Semakin siang semakin ramai terlebih weekend, akhirnya kami memutuskan buat segera beranjak ketempat lain.

Disini cocok buat foto-foto loh.

Farm House kebersamaan-7
Farm House kebersamaan

 

Farm House Rumah Kuning-8
Farm House Rumah Kuning

 

Farm House domba bandung-9
Farm House domba bandung

 

Farm House boneka lucu-10
Farm House boneka lucu

Sekitar jam 1 kami keluar dan melanjutkan perjalanan ke boscha, kami pesan grab lagi dari farmhouse ke boscha (fyi aja ya, boscha nutup jam 1 siang di hari sabtu. Tapi kami nekat karena pengen tau aja boscha itu seperti apa). Di jalan utamanya macet parah, akhirnya minta pertolongan google maps dengan mengikuti jalur dari google maps tapi kami berlima (ciwi-ciwi) dan bapak supir grab harus mengalami ujian yang agak menakutkan dari jalanan yang tidak familiar, bebatuan, sebelah kiri jurang kanan tebing, hmm.. luar biasa.

Jalan yang semakin menyempit membuat kami ragu bahwa jalan tersebut bisa dilalui, terlebih salah satu diantara kami sudah menjerit tidak karuan ingin turun dari mobil. Alhasil kami memutuskan untuk kembali dan tidak jadi ke boscha.

Tapi untuk putar balik tidaklah mudah, karena space buat putar bailk kurang memadai.

Kami mengalami ketakutan luar biasa, dengan putar balik yang menakutkan (sebelah kiri jurang kanan tebing).

Akhirnya kami membagi formasi, ada yang dimobil agar berat mobil tidak terlalu ringan dan ada yang diluar membantu untuk mengarahkan, dan saya berada diluar bertugas untuk mengarahkan dan angkat-angkat batu agar mobil tidak tergelincir dijurang.

Dan Alhamdulillah, kami semua selamat meskipun dengan hati yang pilu.

Boscha Tragedi-13
Tragedi diperjalanan menuju ke Boscha

Tanpa berfikir panjang, kami melanjutkan rencana selanjutnya yakni Jl asia afrika. Sebelumnya kami mampir ke masjid alun-alun yang bertuliskan “bandung”. Jujur saja dari awal saya melihat kota ini menarik, penataannya bagus, banyak bangunan atau titik-titik yang cocok buat foto-foto, orangnya ramah-ramah tapi sama-sama macet seperti di Jakarta.

alun-alun bandung-19
Alun-Alun Bandung

Niatnya ingin berfoto di jalan beraga karena bangunan-bangunan ala-ala eropa yang ditawarkan tapi karena takut kemalaman akhirnya dijalan asia afrika bumi pasundan

Bumi Pasundan Konferensi Asia Afrika-144
Bumi Pasundan Alun-Alun Bandung
Bandung Konferensi Asia Afrika-15
Bandung Konferensi Asia Afrika

Foto-foto di patung bola dunia.

Bola Dunia Asia Afrika-16
Bola Dunia Asia Afrika

Lanjut kami makan sebentar dan pergi kepenginapan yang letaknya dekat banget sama ciwalk, penginapannya lumayan yakni pele guesthouse dan dekat tinggal jalan aja ke ciwalknya.

Terus kami nongkrong cantik dan berfoto-foto di skywalk ciwalk.

Skybridge cihamplas-17
Skybridge cihamplas
skywalk cihamplas-18
skywalk cihamplas

Pagi harinya kami harus balik ke Jakarta, rasanya memang kurang puas jika Cuma satu hari saja akan tetapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa kami harus kembali ke kehidupan sehari-hari kami.

Experience yang kami dapatkan:

  1. Jangan lupa sholat tepat waktu, atas kejadian ke boscha yang belum sholat.
  2. Bahagia boleh tapi jangan berlebihan bercandanya.
  3. Selalu berdo’a selama perjalanan agar dihindarkan dari aneh-aneh.
  4. Selalu bersyukur sudah diberikan kesempatan mencicipi kota Bandung.
  5. Jangan lupa foto sebagai kenang-kenang masa akan dating.

 

One thought on “Storitsa: One day One Trip in Bandung (Back to bandung, wanna holiday to bandung again)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *