Cerita

Kutipan Boy Chandra – Sebuah Usaha Untuk Melupakan

Kutipan Boy chandra dengan judul sebuah usaha untuk melupakan merupakan lanjutan dari blog sebelumnya yakni Review Buku: Boy Chandra- Sebuah Usaha untuk Melupakan. Kutipan-kutipan indah ala Boy Chandra pada buku “Sebuah Usaha Melupakan”. Kutipan ini cocok buat kamu yang lagi patah hati dan cocok buat kamu yang sedang berjuang untuk melupakannya.

“Tahap mencintai paling berat adalah mempertahankan seseorang yang sudah tak memiliki apa-apa yang dulu membuat jatuh cinta, selain kau tahu dia tetap mencintaimu dalam kondisi apapun”

“Jika nanti, semesta bercanda dan mempertemukan kita lagi. Segeralah menghindar, sebab bagiku kamu tidak lagi sesuatu yang menarik meski rindu tak sepenuhnya memudar”

“Kau hanyalah benang-benang yang menyatukan menjadi kenang”

“Aku belajar melepasmu pergi dari hari ke hari. Hingga suatu saat nanti, kusadari tak ada guna menyertakan dirimu di hidupku lagi”

“Namun satu yang pasti, bagaimanapun kau mencoba menjauh pergi, perasaan yang tumbuh di hatimu bukanlah sesuatu yang bisa kau bunuh mati”

“Andai bisa, aku tidak ingin mengenalmu sama sekali. Sebab jatuh hati padamu membuatku tak bisa benar-benar lari”

“Dari banyak kesedihan yang utuh dibumi ini. Satu di antaranya adalah ditipu oleh orang yang kau cinta”

“Waktu akan mengutukmu hingga tak ada satu halpun yang menjadi bahagia yang bersedia mengetuk dadamu. Tanpa aku, kamu hanyalah kumpulan rasa sepi yang enggan mati tetapi tak mampu bunuh diri”

“Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis didalam hati. Namun aku sadar mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar”

—————————————-~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hidup baru ternyata memang jauh lebih bahagia. Sedih dan rasa sakit yang kamu bekaskan, kutelan sudah. Pahitnya menjadi semangat baru, kamu adalah orang yang gagal mematahkan semangatku dengan mematahkan hatiku. Sebab, aku paham, bahwa hidup terlalu berharga untuk dihabiskan dengan rasa pilu. Kini, semua telah kembali baik. Kupastikan taka da waktu untuk memintamu berbalik. Aku, telah jatuh dan berserah pada hati yang baru. Seseorang yang kuhargai sepenuh hatiku”

“Meski masih sesekali melintas dipikiran, kamu bukan lagi seseorang yang menyenangkan untuk dirindu”

“Pikiran macam apa yang ada dikepalamu, saat kamu yang mengkhianatiku, justru kamu yang menyalahkanku?”

“Biarlah pelan-pelan semuanya berjalan. Karena pada akhirnya kamu pun tak akan lagi ada dalam bagian yang kuinginkan”

“Aku yang lupa bahwa orang yang begitu kita cintai adalah orang yang paling mungkin membuat kita terluka”

“Selamat bahagia disana, semoga yang kau terima bukan kejahatan yang sama”

Kini mulailah hidup barumu. Aku pun akan melanjutkan langkah dan menemukan jalan hidup yang lain. Cukup sudah semua keresahan jiwa. Apa-apa yang pernah kamu buat sengsara akan kutelan pahitnya”

“Pelan-pelan saja untuk melepaskan sesuatu yang teramat kamu cintai, tidak bisa dengan waktu seketika”

“Aku sedang belajar berdamai dengan hatiku. Walau rasanya berat sekali. Cintaku padanya sedikitpun tak juga berhenti”

“Biarlah dia pergi. Kamu harus menemukan bahagia baru lagi. Percaya atau tidak, dia bukan yang paling tepat untukmu saat dia memilih berlalu. Kamu harus paham satu hal. Tidak ada orang yang benar-benar ingin bersamamu yang memilih meninggalkan. Saat dia mulai melangkahkan kaki, artinya cinta yang dia miliki tidak lebih besar daripada keinginannya bersamamu sampai nanti”

—————————————~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Mau tidak mau percaya tidak percaya, kini aku memang harus menerima kenyataan kamu bukan lagi orang yang layak kuperjuangkan”

“Kamu tak pernah benar-benar yakin apa yang kita berjuangkan. Akhirnya yang terjadi adalah aku berjuang sendirian”

“Kamu benar-benar telah pergi dan tak akan kembali lagi. Tenanglah hati, semoga kelak ada seseorang yang datang dan tidak pernah dengan tega pergi dan melukai seperti yang dilakukan olehmu kini”

“Aku melayang-layang tanpa tujuan. Jatuh ke tanah lalu dipaksa menyerah. Dipaksa ikhlas akan hal-hal yang tak ingin kulepas”

“Aku hanyalah orang yang mencoba membiasakan diri tanpamu. Menjadi orang lain. Bertemu teman baru, berkenalan dengan mereka, lalu bercerita perihal yang membuatku merasa tidak menjadi diriku”

“Kau percaya tak ada cinta yang buta. Yang ada hanyalah perasaan dengan kadar keyakinan. Dan terlalu meyakini bahwa perasaan yang ada di dadamu tak bisa ku bunuh mati. Berkali-kali kau mencoba berlari, lalu tersadar kau tak pernah benar-benar bisa pergi. Sebab yang kau bawa hanyalah tubuh dan pikiranmu saja. Perasaan dan hatimu menetap pada seseorang yang selalu kau rindu”

“Bahagia adalah pilihan, meski sebenrnya tak ada yang benar-benar bisa dipilih oleh manusia”

“Hidup nyatanya baik-baik saja tanpa kamu. Bahkan bisa menjadi lebih baik dari hal-hal yang kujalani di masa lalu”

“Belajarlah menerima bahwa kamu tidak lagi seseorang yang ada dihati. Seseorang yang pernah kutangisi karena sesak patah hati”

“Setiap hati yang dilepaskan, akhirnya harus belajar mengikhlaskan. Ikhlas menerima kepergian, juga menerima hati baru yang bersedia saling mengisi dan tumbuh bersama kemudian”

One thought on “Kutipan Boy Chandra – Sebuah Usaha Untuk Melupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *