Resensi

Review Buku: Boy Chandra- Sebuah Usaha untuk Melupakan

Review Buku Boy Chandra berjudul sebuah usaha untuk melupakan.

Penulis: Boy Chandra
Diterbitkan oleh: Mediakita
Judul: Sebuah Usaha Untuk Melupakan
ISBN: 978-979-794-520-6
Edisi: Bahasa Indonesia
Jumlah halaman: 306

 

Jujur saja buku-bukunya boy Chandra ini bagus dibaca ketika sedang berada dikondisi tersebut, dan tentu saja saya membaca karena kondisi saya sedang berusaha untuk melupakan seseorang. hehehe

Dari cover terlihat bahwa buku ini memang cocok bagi orang-orang yang patah hati dan ingin melupakan mantan pasangan mereka, jangan pernah berikir bahwa kehilangan dia adalah kehilangan seluruh hidup kita. Akan tetapi kita hanya kehilangan rencana masa depan bersama dia, iya itu saja. Dan rencanamu pasti akan digantikan Allah yang lebih baik. Β believe it, just simple.

Seperti pada umumnya, buku boy Chandra ini memuat sekumpulan-sekumpulan prosa yang jenis roman kali ya (aku juga kurang tahu), semacam curahan hatinya boy Chandra gitu deh. Alur cerita dimulai dari kisah kasih Boy Chandra (cowok) dengan cewek, mereka bahagia bersama-sama, akan tetapi jarak memisahkan mereka berdua (LDR), dan ternyata si cewek malah selingkuh dengan orang lain. Dari sini lah Boy Chandra patah hati, tetapi dia menyikapinya dengan cara berlapang dada dan mulai bangkit dengan memulai menjalankan mimpi-mimpinya sendiri. Meskipun sang cewek suatu saat nanti mau balikan lagi, si Boy tetap tidak mau. Sampai akhirnya dia menemukan seseorang yang baru lagi tetapi dia memohon kepada si cewek yang baru bahwa si cewek harus memahami Boy dengan kondisi saat ini, kalau tidak mau silahkan memilih jalan lainnya (tidak bersama Boy lagi).

Alur cerita dibuku tersebut cukup singkat, tetapi banyak kalimat yang asik untuk dikutip.

Berikut ini kata per kata cocok buat orang patah hati:

“Terkadang kita tidak butuh orang yang paham dunia kita, orang yang sekegiatan dengan kita butuhkan hanyalah orang yang mau menerima dunia kita”

“Denganmu aku ingin menua dan menemukan akhir dari usia. Denganmu ingin kuhabiskan segala hal yang tersisa. Memperjuangkan apa pun yang ingin kita punya. Jangan ragu lagi padaku. Dekap tubuhku”

“Semoga kamu mengerti bahwa dengan tetap mencintai dan bertahan padamu akan merelakan banyak hal yang terlewati”

“Kamu tahu rasanya dikhianati?Β  Seseorang yang kamu cintai sepenuh hati hanya menjadikanmu β€˜pengaman’ untuk membuatnya terbang lebih tinggi. Setelah ia tumbuh jauh, kamu pun dijatuhkan tanpa peduli. Kamu dibiarkan terbaring dalam pederitaanmu. Kamu merasa tiba-tiba hilang arah. Rencana-rencana yang kamu susun menjadi tak tertata lagi. Kamu benar-benar tak tahu harus berbuat apa waktu itu. Kamu ingin marah, benci, sedih, semua seoralah tak terkendali. Hingga akhirnya kamu menyadari, dia bukan yang terbaik untuk memiliki hatimu”

“Salah satu yang melahirkan rasa curiga adalah ketidakmampuanku mengendalikan diri akan rasa takut kehilanganmu”

“Orang yang aku cintai itu menusuk pelan-pelan jantungku. Ia terbang kelembah terjauh, menghilang setelah semua perasaan sayangku sekarat, sebab ia bunuh”

“Aku tak pernah benar-benar bisa jauh darimu. Namun, ada beberapa hal yang diluar kuasa kita. Itulah bagian dari ujian rindu dan cinta”

“Kamu harus tahu, aku begitu kehilangan saat kamu tiba-tiba pergi. Lalu memutuskan untuk menunggu meski tak tahu apakah kamu pasti akan kembali, atau malah menghilang bersama janji-janji”

“Bagiku mencintaimu adalah perasaan terdalam yang pernah kumiliki. Dan kini aku sudah tenggelam dalam kehilangan sepenuh hati”

“Pertanyaan-pertanyaan selalu saja menghantui kepalaku. Bagaimana kalau ternyata kamu benar-benar ingin meninggalkanku?. Bagaimana kalau nyatanya selama ini kamu tak pernah ingin bersama denganku? Atau, bagaimana kalaunyatanya aku saja yang serius untuk hubingan ini? Semuanya terasa semakin menusuk jantungku. Sesak sekali rasanya”

“Aku tidak berpikir untuk kembali jatuh cinta kepada yang lainnya. Sebab, kamu pernah datang sebagai penyembuh, aku percaya, kamu tak akan pergi sebagai pembunuh”

“Katanya, hidup adalah pilihan. Tetapi kenapa aku tidak bisa memilih untuk tetap membuatmu bersama denganku? Kenapa justru langkah-langkah membawamu pergi?”

Untuk kutipan lainnya akan dimuat di tulisan selanjutnya di Kutipan Boy Chandra

118 thoughts on “Review Buku: Boy Chandra- Sebuah Usaha untuk Melupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *