Cerita

Mampu mengikhlaskanmu adalah salah satu kado terindah ku saat ini

Senja telah usai berganti pagi dimana fajar dan embun mengililingi hari yang indah.

Hari berganti hari dengan hal-hal yang sama dan membuat kehidupan berada didalam titik monoton.

Tunggu…

Bukankah hari ini adalah hari spesial.

Hari dimana aku telah mengulang-ulangnya untuk kesekian kalinya dalam setiap tahunnya?

Tepat dihari ini, dimana hari ini sama seperti terdahulu, tepatnya delapan tahun yang lalu.

Ketika aku harus merelakan seseorang untuk memberikan do’a agar tuhan selalu memberkatiku lewat hari ini.

Tidak, ini jauh lebih sakit dari terdahulu karena sudah tertanam harapan dan rajutan do’a.

Bukankah sesuatu hal yang paling sesak sebetulnya adalah harapan, mimpi, dan rencana.

Bukan karena bagaimana kita terdahulu berjuang tetapi menghancurkan sebuah mimpi adalah hal buruk. Karena untuk rasa untuk bermimpi lagi tak mampu ku ciptakan setelah kau tebang habis tanpa sisa.

Bahkan di hari ini, rasa yang dulu tidak pernah terluka meski seharusnya telah hancur. Bahwa sayatan-sayatan pisaumu tidak mampu melukai rasaku.

Melalui hari ini, jika melepaskanmu adalah cara terbaikku untuk membahagiakanmu dan keluargamu. Sungguh aku akan melakukannya, meski aku tahu bahwa hal itu akan membunuh paksa hati dan perasaan yang ada.

Cukuplah semua yang ada akan ku tepikan, rasa keegoisanku yang ada akan kubingkai dan kukubur dalam-dalam meski aku tahu, bangkai yang kukubur akan lama terurai entah harus berapa tahun itu.

Akan kubisikkan kepadamu untuk tidak lagi membiarkanku mengganggumu lagi, karena jujur menggangumu adalah hal yang menyenangkan buatku tetapi itu hanya kebahagian semu yang tebalut kesedihan.

Diantara kamu yang berdiri tegak, jangan berbaik hati lagi kepadaku karena sama halnya dengan menanamkan harapan jika kamu sendiri tidak mau memberikan titik harapan.

Saat ini aku sudah mulai membiasakan untuk membahagiakan diriku sendiri. Sungguh aku ingin sendiri menata serpihan kaca agar terbingkai sempurna.

Seribu kali ku katakan kepadamu, sendiri akan jauh lebih baik dari pada berdua tetapi terjatuh kembali. Aku hanya ingin melepaskan semua dan berdamai dengan hatiku entah sampai pada batas yang tak bisa kutentukan.

Tidak … aku tidak takut jika tidak bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pada kamu, sungguh aku tidak takut.

Tapi aku takut, ketakutan untuk mencintai hamba Allah lagi itu hilang karena ketidakpercayaanku sebuah komitmen

Sungguh aku tidak sanggup mempercayai seseorang lagi, jika seseorang yang telah kamu perjuangkan tega menghunuskan pedang tanpa permisi.

Bukankah banyak harapan-harapan yang sudah dirangkai dengan indah tetapi begitu saja pupus dan pudar.

Biarlah aku berlari untuk meninggalkan bayangmu.  Karena melupakanmu akan menjadi bagian penting dihidupku yang kukenang selalu.

Biarkanlah aku tidak memiliki rencana apapun terhadap seseorang kedepannya, biarlah Allah yang merencanakan hal baik ini. Karena aku tak kuasa lagi menuliskan mimpi, rencana dan harapan yang tak kekal ini.

Bahkan kado yang terindah saat ini adalah… agar Allah mampu menjadikanku seseorang yang tabah, ikhlas, sabar dan senantiasa bersyukur. Do’a keduaku agar menghilangkan rasa dengki, dendam, dan iri hati.

Jika harus memilih melangkah kedepan atau berbalik mundur, Jawabanku hanya kamu yang kupilih. Biarlah harapan yang nyata itu kutitipkan kepada sang perencana kehidupan sebenarnya. Wallahua’lam.

There is nothing special in today, exception two word ikhlas dan sabar

Please don’t baper if you read it 🙂

Tulisan ini kupersembahkan bagi kamu yang masih berproses melupakan yang lalu-lalu. sorry ya masih acak adut tulisannya wkwk, cepet2n sihh. 

2 thoughts on “Mampu mengikhlaskanmu adalah salah satu kado terindah ku saat ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *