Travel

Liburan sejenak di Jakarta – Kepulauan Seribu Pulau Onrust & Cipir

001_Fasilitas_acara
Fasilitas dan Harga One day trip 3 Pulau

Ibu Kota Jakarta merupakan kota besar dengan jumlah penduduk yang terbilang banyak. Kehidupan di Kota yang penuh dengan hiruk pikuk, aktivitas penduduk yang begitu jenuh membuat orang-orang membutuhkan rekreasi singkat sebelum memulai aktivitasnya kembali di hari senin. Banyak Mall-mal Jakarta menjadi sarana menghibur diri, tetapi cukup menjenuhkan untuk melihat gedung-gedung pencakar langit jika terlalu sering. Hal inilah terdapat alternative yang cukup menyenangkan untuk melepaskan kepenatan sebentar. Pada tanggal 11 Maret 2018, saya dan tiga teman saya berkunjung di kepulauan seribu yang mana kami ikut travel “jalan.jalanyuk” (cek instagram). Fasilitas yang diberikan seperti ini:

Pagi jam 7 lebih kami berangkat dan janjian di Halte Harmoni sebagai halte transit. Kemudian naik trans Jakarta kearah kalideres dan turun ke halte rawa buaya. Dari halte rawa buaya lanjut ke gedung biru naik transportasi online, estimasi biaya antara 35-45ribu (jika tidak high fare).

Registrasi dimulai dari jam 08:30 sampai jam 09:30, selanjutnya naik perahu nelayan sekitar 30-45 Menit

Dengan rundown acara seperti dibawah ini:

00rundown_acara
Rundown acara 1day3Pulau

Kenyataannya terkadang tidak seindah apa yang ditawarkan, bukan berarti buruk tetapi memang biasa aja hehe. Awal rundownnya akan ke pulau kelor, akan tetapi ombak disana tidak memungkinkan kesana. Akhirnya ke pulau onrust. FYI: sepertinya kalau mau kesana jangan ketika musim hujan karena ombaknya yang lumayan, tapi kalau panas juga kurang enak sih.

PULAU ONRUST

01_Pulau_Onrust-_Kapal_dermaga
Perahu nelayan di Pulau Onrust
07_Pulau_onrust-barak_haji
Barak haji di Pulau Onrust

Pulau Onrunst merupakan salah satu tempat wisata arkeologi, banyak sisa-sisa reruntuhan bangunan peninggalan zaman Belanda saat VOC disini. Jika dilihat dari pengamatan saya ketika memutari bangunan ini, pulau ini sepertinya bekas rumah sakit dan penampungan haji. Menurut sejarah yang say abaca, pulau ini merupakan bekas persinggahan kapal-kapal VOC pada abad 17-18 Masehi. Kemudian pada tahun 1911-1933 berubah fungsi menjadi karantina haji. Reruntuhan bangunan-bangunan karantina haji masih dapat dilihat sampai sekarang.

Pada awal masa kemerdekaan dimanfaatkan sebagai rumah sakit karantina bagi penderita menular dibawah pengawasan Departemen Kesehatan RI. Sehingga terlihat sisa-sisa bangunan yang menampung kamar pasien, dapur, kamar operasi, dan lainnya. Sejak 1960-1965 dimanfaatkan untuk menampung gelandangan dan pengemis serta untuk latihan militer. Akan tetapi pada tahun 1968 terjadi penjarahan besar-besaran yang membuat bangunan hanya tinggal puing-puing saja.

02_Pulau_Onrust-museum1
Penjelasan di museum pulau Onrust (Sumber: Jalan.jalanyuk)
03_Pulau_Onrust-museum_2
Mesuem Pulau Onrust

Saat ini hanya tinggal sisa-sisa bangunan saja seperti pondasi bastion benteng, pondasi kincir angin, dermaga, bangunan penjara, Meriam, sisa-sisa bangunan rumah sakit, barak karantina haji.

Pulau onrust berada didekat pulau bidadari, dimana pulau bidadari biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang menginap, pulau ini lebih indah dari pulau onrust. Pulau onrust juga dekat dengan pulau cipir, dahulu kala katanya ada jembatan penghubung antara onrust ke cipir akan tetapi jembatan tersebut runtuh dan tidak dipakai kembali.

Pulau onrust terbilang pulau yang sangat kecil, karena tidak ada tanda-tanda rumah penduduk disini hanya untuk tempat wisata arkeologi saja. Disana hanya ada bangunan masjid, warung 1-2 saja, museum yang tidak seberapa besar, dan reruntuhan-reruntuhan bangunan.

06_Pulau_onrust-tulisa1
Sejarah Ruang Pemeriksaan Pulau Onrust

Jangan kuatir, jika kelaparan disini banyak warung yang menjual makan dan minuman, meskipun tidak banyak variasinya.

Ternyata dipulau ini banyak orang yang memancing disini tetapi tidak diperuntukkan berenang, karena memang tidak ada pantainya.

05_Pulau_Onrust-_Pembatas_pantai
Pembatas Pantai Pulau Onrust

Sangat disayangkan perjalanan ini karena kami tidak tahu jika ada tour guide dari penyedia travel, sehingga informasi sejarah bangunan harus dicari sendiri dan memang minimnya kegiatan dari penyedia travelnya.

Well, akhirnya di pulau onrust kami hanya berfoto-foto spot yang menurut kami instagramble.

04_Pulau_Onrust-_Sisa_reruntuhan_benteng
Foto Selfie Reruntuhan Benteng Pulau Onrust

PULAU CIPIR

08_Pulau_cipir-kapal
Kapal-Kapal Dipulau Cipir

Sekitar jam dua, kami sudah berkumpul di perahu nelayan. Agak mengecewakan karena harus skip ke pulau kelor. Sehingga kami hanya mengunjungi dua pulau saja dikarenakan ombaknya masih besar jika harus menuju ke kelor. Sangat disayangkan karena tidak bisa melihat benteng martello di pulau kelor.

Jarak antara onrust ke cipir sangat dekat, sehingga kami hanya menempuh 10-15 menit saja. Bangunannya terbilang hampir sama seperti onrust, kecil dan tidak berpenghuni. Hanya untuk tempat wisata saja.

Kami disana diberikan waktu yang sangat panjang dari jam dua sampai malam. Jam enam berkumpul kembali untuk melepaskan lampion. Udah mikir ngapain aja coba, nganggur, enggak ngapa-ngapain.

Kami lihat-lihat bangunan disekitar, kemudian berfoto-foto disana. Banyak reruntuhan bangunan yang hanya tersisa setengah bangunan. Sama seperti pulau onrust, ternyata pulau ini adalah bekas bangunan bagi para Jemaah Haji yang mau berangkat dan pulang dari Mekkah. Terdapat rumah sakit serta rumah karantina yang digunakan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pagi para Jemaah dan sebagai tempat untuk rawat inap jika para jemaah mengidap penyakit menular. Disekitar sana juga terdapat bekas Meriam serta prasasti. Tidak heran jika memang pulau ini memiliki fungsi yang sama dahulunya dengan pulau onrust karena memang dulunya terdapat jembatan yang menyambungkan kedua pulau ini.

10_Pulau_cipir-bangunan_reruntuhan2
Sisa Reruntuhan Bangunan di Pulau Cipir
12_jembatan_pulau_cipir
Jembatan Pulau Cipir (Sumber: backpackerjakarta.com)

Pulau yang lebih kecil dari pada pulau onrust ini memiliki jembatan yang bagus, sayangnya tidak bisa lihat-lihat secara menyuluh karena pada sore hari hujan turun sangat deras. Akan tetapi terdapat foto yang saya ambil dari backpackerjakarta.com

Cukup lama kami di Pulau Cipir, akhirnya kami membeli mie indomie untuk menahan rasa lapar dan ketidak jelasan kami. Sampai-sampai ada seorang peserta yang menawarkan untuk pulang bersama saat jam setengah 4 sore menggunakan perahu nelayan dengan tarif Rp 50.000/orang.
Di pulau cipir ini, pengunjung bisa berenang di pantai dan menikmati wisata air seperti banana boat Rp 40.000 dan doughnut boat Rp 35.000.

Sama seperti pulau onrust, pulau cipir juga asyik buat foto-foto.

11_Pulau_cipir-_laut_cipir
Laut di Pulau Cipir
09_Pulau_cipir-reruntuhan_bangunan
Selfie di Pulau Cipir

Sore menjelang malam, kami melihat sunset yang diguyur hujan rintik-rintik, meki tidak jelas tetapi tetap indah. Selanjutnya jam 6 malam, kami berkumpul untuk melepaskan lampion bersama-sama. Ekpektasi kami hal ini akan menyenangkan, akan tetapi terasa mengecewakan karena rintik-rintik hujan cepat memadamkan apinya dan lampion milik kami sobek. Akhirnya kami tidak jadi menyelakan lampion dan hanya melihat orang-orang yang menyalakan.

13_lampion_pulau_cipir
Acara Penerbangan Lampion di Pulau Cipir

Selesai bermain lampion, kami langsung bergegas naik perahu untuk balik pulang. Hujan deras mengiringi malam itu. Sekitar jam delapan sampai di gedung Biru dermaga muara kamal, mencari transportasi online tidak dapat-dapat. Akhirnya naik angkutan umum ke stasiun kota dengan harga 20ribu (Tips: kalau mau naik angkutan umum tanyakan dulu harganya. Jadi kami langsung naik tanpa menanyakan hal itu, alhasil satu angkutan kaget semua karena terlalu mahal. Hal ini membuat orang-orang sebel, ngerasa ketipu, tau gitu naik ojek online aja sendiri-sendiri. Tapi sudah terlanjur naik. Ya sudahlah)

Transportasi ke Gedung Biru Muala Kamal:

  1. Naik transjakarta sampai halte rawa buaya kemudian naik transportasi online
  2. Turun di stasiun Kota, kemudian naik angkutan merah. Akan tetapi angkutan ini biasanya nge mark up harganya bisa 15-20 ribu/orang (harga yang luar binasa).

Hal-hal yang harus dibawa di sini:

  1. Uang cash karena dipulau tidak ada ATM
  2. Minuman air putih, air berasa & Makanan karena harga minuman air putih disini Rp 6000, untuk es kelapa muda Rp 15.000
  3. Bekal makan siang (jika tidak ingin membeli disana)
  4. Sunblock wajah & Badan
  5. Pakaian ganti+alat mandi (jika mau renang/main air)
  6. Obat-obatan, (obat mual) karena mabuk ombak laut
  7. Jaket, karena angin yang kencang saat naik perahu
  8. Korek gas(jika ada penerbangan lampion)

Tips mencari travel:

Sebaiknya lihat secara baik-baik rundown acaranya, semakin banyak peserta semakin tidak diperhatikan. Jika ada yang kurang sreg, tanyakan langsung seperti apa jangan sampai kecewa kalau sudah disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *