Belajar main Reksa Dana bagi pemula (Pengalaman investasi dengan Reksa Dana)

Pengalaman Bagi Pemula Untuk Investasi Reksa Dana

Memiliki investasi adalah impian bagi banyak orang, tapi memang beberapa orang terkadang bingung untuk berinvestasi kearah mana. Karena memang kebanyakan orang takut jika modal yang diinvestasikan akan merugi atau istilahnya orang lebih cenderung main aman (termasuk saya juga). Jadi, salah satu investasi yang saya pilih adalah Reksa Dana. Mengapa saya memilih Reksa Dana? Karena enggak ribet, pembelian dan penjualan bisa dilakukan melalui online (tidak perlu datang ke bank), verifikasi data dan lainnya dilakukan 1-2 hari saja dan terakhir karena saya orang yang cukup boros jadi uang harus ditaruh dimana yang sekiranya tidak terlihat secara kasat mata. Niat awal ikut Reksa Dana hanya untuk nabung, ketika untung ya Alhamdulillah. Tapi memang tidak semua Reksa Dana itu menguntungkan diawal loh, jadi simak aja pengalaman saya yang masih newbie ini .

What is Reksa Dana?

Sebelum membahas kemana-kemana, ada baiknya kita harus tahu apakah itu Reksa Dana. Jadi, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat (pemodal). Dana yang diinvestasikan ini dapat dimulai dengan modal yang kecil atau sedikit (jadi jangan kuatir). Setelah dana terkumpul, nantinya akan di investasikan oleh manajer investasi kedalam beberapa instrument investasi seperti saham, obligasi, deposito, valuta (uang), dan sejenisnya.

Reksa Dana ini membuat kekhawatiran terhadap penipuan investasi menjadi hilang. Karena Reksa Dana merupakan instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta manajer investasi yang mengelolanya juga terdaftar dan diawasi oleh OJK.

 

Macam-macam Reksa Dana         

Sepengalaman saya saat membaca, macam-macam Reksa Dana itu ada empat. Saya akan mengurutkan dari resiko terendah tetapi profit kecil.

  1. Reksa Dana Pasar Uang

Dana yang dikumpulkan akan dikelola pada instrument pasar uang yang bersifat efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun. Seperti; deposito, obligasi, dan sertifikat bank Indonesia.

Reksana dana ini memiliki resiko kerugian yang rendah tetapi return (hasil) yang terbatas juga. Reksa Dana ini cocok bagi pemula (menurut saya) yang perputaran keluar masuk uang cepat, tidak untuk jangka panjang atau sekedar nabung-nabung biasa. Cocok untuk orang yang berinvestasi kurang lebih setahun.

  1. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dana dialokasikan ke investasi sekurang-kurangnya 80% kedalam efek yang memberikan pendapatan tetap. Seperti; hutang, surat utang negara atau surat utang perusahaan yang memiliki jangka jatuh tempo lebih dari satu tahun. Reksa Dana ini memiliki resiko lebih tinggi dari pasar uang akan tetapi tidak lebih tinggi dari Reksa Dana campuran atau saham. Cocok untuk orang yang berinvestasi kurang lebih 1-3tahun.

  1. Reksa Dana campuran

Dari namanya sudah terdengar bahwa Reksa Dana ini akan menempatan ke berbagai jenis efek secara sekaligus. Jadi semua efek itu akan dilakukan investasi seperti efek ekuitas (saham), surat utang maupun instrument pasar uang. Potensi hasil dan risiko Reksa Dana campuran secara teori dapat lebih besar dari Reksa Dana pendapatan tetap namun lebih kecil dari Reksa Dana saham. Kalau bisa dibilang reksa ini hampir sama seperti pendapatan tetap untuk resiko dan keuntungannya.  Cocok untuk orang yang berinvestasi kurang lebih 3-5tahun.

  1. Reksa Dana Saham.

Reksa Dana yang menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola untuk di invetasikan kedalam efek yang bersifat ekuitas (saham).

Reksa Dana ini memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding tiga reksa lainnya akan tetapi memiliki return yang paling tinggi juga dibanding yang lainnya.  Cocok untuk orang yang berinvestasi kurang lebih lebih dari 5 tahun.

 

Umum VS syariah

Why membahas umum ataukah syariah?

Karena saya seorang muslim dan hal ini lumayan bikin buat galau ketika memutuskan apakah yang saya lakukan ini tidak bertentangan dengan syariat islam. Jujur saja sempat ragu untuk mengambil Reksa Dana, tetapi setelah baca-baca artikel dan tulisan terdapat Reksa Dana syariah yang menurutku lebih aman.

Jadi mana yang Anda pilih umum ataukah syariah?

Reksa Dana syariah ini sama seperti Reksa Dana biasa, akan tetapi investasi dana dikelola ke efek syariah seperti saham syariah, sukuk, ataupun instrument syariah lainnya baik didalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya investasinya yang syariah akan tetapi pengelolaan dan operasionalnya juga dilaksanakan secara syariah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Jadi selain pengawasannya dilakukan OJK Reksa Dana syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah MUI untuk setiap pengelolaan dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi.

 

Sumber: http://akucintakeuangansyariah.com/perbedaan-reksadana-syariah-reksadana-konvensional/

No Perbedaan Resksadana Umum Reksa Dana Syariah
1 Tujuan investasi Return yang tinggi Tidak semata-mata return tetapi juga SRI (Socially responsible invesment)
2 Operasional Tanpa proses screening Ada proses screening
3 Mekanisme Terdapat mekanisme proses pembersihan kekayaan tidak halal atau pembersihan dari kegiatan haram
4 Pengawasan OJK DPS MUI & OJK
5 Kesepakatan Menekankan kesepakatan tanpa membedakan halal atau haram Menjalankan sesuai syariah
6 Transaksi Selama transaksi bisa memberikan keuntungan Tidak boleh berspekulasi yang mengandung hal-hal buruk (penawaran palsu, riba, masyir, ikhtian)
7 Pengelolaan Dikelola secara umum Dikelola sesuai prinsip syariah
8 Isi portfolio Efek yang ditangani tidak hanya syariah. Misalkan; saham dari emiten yang memproduksi alcohol, rokok, bank, berbasis riba dan obligasi Efek yang ditangani syariah, misalkan; saham syariah, sukuk, dan efek lainnya yang bersifat syariah.

 

Well, dari penjelasan disana saya memilih syariah (jujur cari aman sajalah).  Karena investasi dikelola di efek syariah dan pembagian hasilnya menggunakan system syariah juga.  Jadi saya tidak ragu lagi untuk berinvestasi syariah.

 

Bagaimana mendaftarka