Cerita

Lalu yang Berlalu, Kamu yang Sekarang

“Yang lalu biarlah berlalu
Karena kamu terlalu indah harus terkukung masa lalu
Masih ada masa depan yang baik sesuai dengan Janji-Nya
Lalu masih ada kamu yang akan menjadi masa depanku
Meski kamu masih menjadi Rahasi-Nya”

“Saat ini tugasmu hanya memperbaiki dirimu.
Semakin kamu baik, semakin Allah memilihkan
yang terbaik untukmu” – @taubatters

Gresik, 16 Juni 2018

 

Lalu itu dulu
Lalu yang sempat sakit
Lalu yang sempat terluka
Lalu yang sempat kecewa kepada sang pencipta
Tapi berulang ku tepis..
Sulit memang, tidak semudah ketika kata berucap.
Tapi, satu hal yang selalu ku pegang.
Mempercayakan bahwa Firman Allah adalah benar
Meski harus ada air mata yang mengalir untuk mempercayai kata tersebut.

Sampai di suatu titik…
Aku berhenti dan berjanji untuk tak menangisi yang lalu.
Berjalan kedepan dan berusaha untuk selalu tampak ceria dan bahagia.
Dan selalu bersyukur apa-apa yang telah diberi dan apa-apa yang harus ku lepas.

Aku berjalan kedepan.
Meski terkadang kutengok belakang
Tapi berusaha terus kuubaikan.
Meski berulang kali merasa sakit kembali
Tapi berusaha terus tak ku pedulikan.

Aku tak pernah mencari
Siapa yang kelak mendampingiku
Aku hanya meminta kepada sang pencipta agar dipertemukan seseorang yang terbaik bagiku.
Aku tak pernah menginginkan sesuatu yang terlalu muluk.
Cukup dia mencintai Penciptaku lalu Aku dan Keluargaku.

Lagi.. berulang kali lagi..
Tuhan menunjukkan sayang-Nya kepadaku.
Tanpa harus ku cari.
Kamu masuk di dalam kehidupanku.
Menjadi bagian cerita dihidupku.

Pencipta memperkenalkanku dengan kamu.
Kamu yang begitu kuat hingga menguatkanku bahwa “suatu hari nanti akan ada kata indah pada waktunya”.
Kamu yang begitu hebat hingga tak henti-henti mengingatkanku agar diriku mendekatkan kepada Allah.
Kamu yang begitu baik hingga selalu berkata “Tenang ada Allah”.
Kamu yang tidak lelah mengingatkanku kebaikan-kebaikan di dunia ini. Mengingatkanku akan AkhiratNya.

Diantara kamu, atau bukan diantara kamu.
Semoga kelak seseorang yang disampingku adalah kamu atau melebihi kamu.
Aku sudah bahagia karena bertemu dengan mu.
Bertemu kamu yang membuatku tersenyum, dan tak lelah selalu mendoakan kebaikan-kebaikanku.
Sungguh aku bahagia bertemu dengan mu.
Terima kasih karena telah menyadarkanku.
Terima kasih sudah membagikan kebahagianmu kepada Ku.

Tapi satu pesan yang terselipku kepadamu dan untukku pula agar tak terulang kembali.

“Harapan yang nyata adalah harapan yang diberikan oleh Pencipta. Dan harapan yang tak dapat dipegang adalah harapan manusia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *