Kado dari Tuhan (HI :)

Jangan Bersedih Sesungguhnya Allah Bersama Kita

Melalui perjalanan yang panjang
Kehidupan romansa berliuk
Hujan tak reda secepat itu
Daun berguguran sampai menggunung
Dan anak kecil terus menangis tak henti

Sampailah dititik dimana batu keras melunak juga.
Tepat ditahun ini Tuhan memberikan sebuah kado lain untuk hamba Nya.
Setelah kado ketegaran dan keikhlasan setahun sebelumnya yang telah diberikan.
Tuhan memberikan hadiah lagi yang berbeda.
Kado itu berawal dari pertemuan-pertemuan yang tak disengaja dan begitu singkat.

Mengawali awal tahun yang begitu berat
Antara frustasi dan optimisme.
Antara kesedihan dan kepercayaan.
Semua itu tetap harus dilalui karena kata hidup didunia harus terus berjalan sebelum akhirat Nya.

Setelah banyak urai tangis yang memenuhi.
Setelah banyak kata keburukan-keburukan yang terucap.
Setelah pikiran yang tidak sejalan dengan hati.
Karena kata, perbuatan, dan kenangan yang masih teringat jelas, kala itu.

Kadang kala satu dua kali Tuhan yang ku salahkan karena mengapa “Aku” adalah adalah sebuah “kegagalan” untuk orang lain.
Kenapa kenapa dan mengapa…
Patutkah Tuhan yang dipersalahkan?

Tapi itu dulu.
Bukankah Tuhan mengujimu untuk menjadikanmu lebih baik?
Bukankah itu merupakan cara Tuhan sayang kepadamu dengan mengingatkan hal-hal yang tak disukai-Nya.
Bahkan ketika pikiran dan hati tak menyatu
Segera kusatukan kembali agar selalu sadar kuasaNya dalam bertindak.
Berulangkali kucamkan doa-doa, harapan-harapan indah hanya kepada Sang Semesta. Sampai suatu hari Tuhan memberikan kebetulan-kebetulan yang indah.

Kado kebetulan bertemu denganmu adalah kado yang termanis menurutku ditahun ini.
Semoga selalu ada kado-kado terbaik dari Tuhan agar kelak menjadi perempuan yang lebih bersyukur dan bersabar.

Bersabarlah sayang
Wahai hamba-hamba Allah yang masih bersedih.
Cukuplah Allah sebagai pengingat dan harapanmu satu-satunya.
Karena Allah tak kan lupa janji itu. Seperti firmanNya yang tertuang dalam al Insyirah 94

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu (1)”
dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (2)
yang memberatkan punggungmu? (3)
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, (4)
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5)
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6)
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7)
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (8)

Bukankah masih banyak Firman Allah SWT yang ditulis disurat lainnya? 🙂
Dan bukankah suatu kesabaran dan keikhlasan agar berbuah dengan baik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *