Persiapan Umrah dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Persiapan Umrah dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Berbeda dengan postinganku sebelum-sebelumnya. Kali ini saya akan membahas tentang perjalanan umrah saya selama 13 Hari. Akan tetapi, sebelumnya saya akan membahas mengenai persiapan sebelum umrah dan perlengkapan yang dibawa saat umrah.

Disini saya akan berbagi hal-hal  yang harus di persiapkan, pengalaman disana, hal-hal yang perlu diingat, dan lainnnya. Sebelumnya, saya menjalani umrah ini pada tanggal 23 April 2018- 05 Mei 2018 dengan travel Umrah El-Syarif yang berada di Gresik.

Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan banyak hal seperti pembuatan passport H-3 Bulan sebelum keberangkatan. Berbeda dengan passport biasanya, untuk passport umrah diharuskan minimal tiga suku nama, jika kurang disandingkan dengan nama Ayah (actually bahagia banget, ada nama ayah di passport). Bagi orang-orang sudah membuat passport tetapi kurang dari tiga suku kata sepertinya harus mengurus penambahan suku kata nama. Pembuatan passport untuk umrah diharuskan membawa:

 1.      Surat rekomendasi dari depag setempat dengan menyertakan KTP+foto kopi KTP

2.      KK

3.      Akte kelahiran

4.      ijazah terakhir

5.      Surat nikah (bagi yang sudah nikah)

6.      Surat rekomendasi umrah dari travel

7.      Dan surat rekomendasi passport untuk umrah dari atasan atau perusahaan (jika bekerja).

8.      Persiapan surat domisili (untuk alamat yang berbeda dengan KTP),jika tidak sedang bekerja & sekolah

Kebetulan pengurusan passport saya di imigrasi Jakarta Utara yang mana berbeda dengan alamat KTP saya dan Alhamdulillahnya hal ini tidak dipersulit.

Setelah pasaspor selesai, selanjutnya saya suntik vaksin miningitis 10 hari sebelum keberangkatan di Jakarta. Di KKP Bandara Halim Perdana Kusuma dengan membayar sejumlah Rp 305.000. Biasanya suntik ini dilakukan H-1 bulan sampai dengan H-7 sebelum berangkat.

Selesai mengurus passport dan suntik, selanjutnya persiapan packingnya. Persiapan packing sudah saya list disini beserta alasannya mengapa saya menyiapkan perlengkapan tersebut.

Persiapan:

1. Uang riyal, uang IDR, dan ATM secukupnya (secukupnya) karena berapapun uang sakunya, tetap saja bakal habis hahaha (begitu katanya). Saat di Madinah/Makkah dapat melakukan transaksi menggunakan uang IDR looh, tapi ya gitu, kursnya kalau saat itu Mei 2018 uang 100.000 dihargai 26 Riyal.

2. Baju ganti kira-kira 3-4 potonglah. Dan untuk perempuan usahakan gamis yang tidak mencolok atau rok. Saya sarankan tidak memakai celana karena disana tidak ada perempuan yang pakai celana.

3. Baju buat tidur

4. Sepatu atau sandal jepit. Kalau kemarin saya membawa sandal jepit 2 dan sepatu umrah 1.  Bawa sandal jepit dua sebagai cadangan kalau hilang.

5.      Dalaman 5-7 Potong (Tenang bisa dicuci kok)

6.      Buat Perempuan:

a. kaos kaki 3-4 Potong, biar 2 Hari sekali bisa ganti dan yang lainnya dicuci setelah dipakai

b.   Buat Perempuan: Sarung tangan buat sholat dan untuk melaksanakan ibadah umrah

c.   Mukenah

d.  Panteliner yang isinya 40, jadi enak mau sholat lepas ganti, engga harus ganta ganti daleman

e. Primolut N, untuk yang berhalangan saat umrah atau prepare sebelum halangan

f.  Dalamen

g.  Alat make up

7. Lakban cokelat/Hitam (buat air ngisi air zam-zam atau keperluan lainnya yang membutuhkan isolasi)

8. Gunting buat tahalul

9. Tali raffia, buat ngiket

10.  Lip cream or something buat ngelembabin bibir

11.  Handbody yang mengandung SPF, karena matahari yang tidak biasa disiang hari

12.  Kaca mata Hitam (butuh banget ini saat mau sholat dhuhur, ke Jabal Rahmah)

13.  Masker

14. Tas selendang atau ransel kecil (buat naruh uang, buku panduan, tasbih, atau hal-hal yang mesti kamu bawa)

15.  Obat-obatan pribadi dan obat umum (ex: pilek, batuk, demam, mag, nyeri, buat otot or kaki, counterpain)

16. Peralatan Mandi; Sabun (bawa botol kecil), odol, sikat gigi, sampo sachet, sabun wajah, handuk, dan kebutuhan lainnya.

17.  Detergen

18.  Hanger buat jemur pakaian yang dicuci

19.  Perlengkapan mandi (handuk, sabun, sikat, dan odol)

Dan yang pasti… kalian harus membawa baju atau peralatan sedikit mungkin, karena bawaan kalian dijamin buanyak untuk oleh-oleh dan air zam-zam. Nantinya akan saya tambahkan lagi list perlengkapan yang dibutuhkan jika memang masih ada yang kurang.

Oh ya. Sebelum berangkat, saya sudah membeli paket Roaming Umrah selama 15 Hari pakai telkomsel. Harganya Rp 375.000, worth it dan lancer pas disana J dan Cuma digunakan 3-5GB saja. Agar lebih hemat lagi, HP ku ini dibuat tethering lainnya.

Hal-hal yang kalau bisa jangan dilakukan  (Sementara):

  • Sabar!!!
  • Karena waktunya lebih lama dari Indonesia, otomatis harus dibiasakan perubahan waktunya. Kalau di Indonesia kita enak-enak tidur saat jam 12 Malam, tetapi waktu Arab kita lagi siap-siap buat shalat isya’.
  • Banyak-banyakin foto, bukan maksud ibadah kok tambah foto-foto. Foto ini satu-satunya obat penghilang rindu ketika pulang ke Tanah Air.
  • Belanjalah di Madinah, karena waktu di Makkah biasanya dirapatkan (kurang ada waktu senggang) dan lagi kalau di Makkah lebih baik dibanyakin berdo’a
  • Belilah camilan atau makanan arab disana, agar kamu merasakan makanan yang berbeda dari Indonesia.
  • Setiap waktu shalat akan dilakukan shalat mayit, jadi usahakan untuk menghafalkan bacaan shalat mayit.

Hal-hal yang kalau bisa jangan dilakukan  (Sementara):

  • Hindari sombong, tinggi hati atau apapun lah yang berhubungan dengan itu. Ditakutkannya akan mendapatkan balasan langsung
  • Jangan jahat, jangan berkata kasar, jangan mencemooh apapun itu. Takutnya akan menimpa didirimu

Ok, mungkin untuk perlengkapan persiapannya, hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari sementara cukup itu saja. Lanjut ke perjalanan 13 Hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *