Trip ke Budug Asu Wonosari Lawang. Amankah cewek ke bedug asu???

Budug asu Wonosari Lawang merupakan bukit yang dahulu kala katanya untuk pembuangan asu (anjing) yang terkena penyakit budug.  Jadi dibukit tersebut anjing-anjing sakit dibuang. Dan nyatanya ketika di atas bukit terdapat tempat peristirahat dengan gambar spot selfienya anjing besar.

6-Gambar-Anjing-Budug-Asu

Dibukit budug asu memiliki pemandangan yang indah. Dari kejauahan terlihat dataran tinggi dan pegunungan dari ketinggian berapa mdpl gitu. Menurutku, bagi para pendaki sebenarnya (bukan abal-abal seperti kita) pasti mengenal bukit budug asu ini. Karena, budug asu ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit bagi pendaki pemula (hmm, olahraga dulu). Sebelum membahas aman tidaknya bagi perempuan ke budug asu. Alangkah baiknya kita membahas informasi seputar budug asu terlebih dahulu.

Budug asu bertempat di Kreweh, Gunungrejo, Singosari, Malang, East Java 65153. Kalian juga bisa melalui jalan wonosari, tepatnya lewat di Gerbang kebun teh wonosari lawang.

2-Camp-budug-asu

Jam buka: Buka 24 Jam (katanya kalau sebelum jam 7 pagi sampai ke kebun teh, tiketnya bisa gratis kekebun tehnya). Bisa berkemah disana juga.

 Harga Tiket

  • Dari kebun the 10.000/orang
  • Parkir motor 2.000
  • Parkir mobil 5.000
  • Tiket mendaki ke budug asu 10.000/orang

Transportasi

  • Naik bus arah Malang kemudian turun ke depan  gerbang/gapura kebun teh naik angkot SLKW atau naik transportasi online
  • Naik kereta turun st lawang –> Naik angkot SLKW atau transportasi online dari stasiun

Pengalaman:
Tanggal 20 Oktober, aku sama satu temen cewekku ke budug asu. Kita naik sepeda motor dari Bangil ke Singosari. Kurang lebih perjalanannya +/- satu jam. Sampai disana, kita parkir di Kebun teh Wonosari yang sebetulnya jarak antara parkiran Kebun teh dengan parkiran budug asu +/- 1Km.

Waktu turun ke parkiran kita tanya rute ke budug asu kepada tukang parkir, karena memang kita baru pertama kali kesini. Melihat pakaian dan perlengkapan kita yang terlihat “Meragukan”. Mereka berkata “jauh, 5-6km mba”, lainnya berkata “ke bukit janur kuning saja mba”, “berangkat aja mba pumpung masih pagi”, “yakin tah mba?” Dan lain sebagainya. Kita malah bersemangat setelah diragukan seperti itu, secara kita wanita yang berhati tangguh (eaa apaan sih, enggak nyambung -_-).

Lanjut deh jam +/- 08:10 kita jalan sambil meraba-raba “lewat sana”, “oh enggak lewat sini” dan lainnya. Ekspektasi jalan yang dilalui yang aku fikirkan seperti jalanan di kawah ijen, lurus terjang dikit-dikit, dan tidak penuh rintangan. Jalan sekitar 500 meter, kita kaget ada dua cewek yang naik vario. Batin kita enggak takut motornya rusak, ehh.. jalan lagi 500 meter ternyata disana ada parkiran motor (bagi yang bawa motor mending dititipkan disana saja, lumayan hemat 1KM. karena kita agak menyesal kenapa tidak parkir disana).  Di tempat parkir juga ada penarikan tiket masuk ke budug asu seharga 10.000, hal ini membuat aku agak kaget karena harganya terlalu mahal, tapi yasudahlah.

Aku dan temen cewekku ini bukanlah pendaki, apalagi aku yang sama sekali tidak pernah mendaki kecuali ke kawah ijen. Beruntungnya disana terdapat informasi jalur ke buduh asu, sejenis anak panah yang menunjukkan lokasi budug asu. Jalanan disana benar-benar tidak sesuai ekspektasi kita berdua, banyak debu, banyak bebatuan, kerikil-kerikil yang membuat telapak kaki kita agak kesakitan. Kita sempat berfikir bagaimana kalau  kita ojek aja. Jadi disana terdapat ojek untuk naik/turun ke budug asu dengan harganya ojeknya sekitar 20.000 – 40.000 (setahuku).

Jalanan ke budug asu tidak hanya untuk pendaki saja, tetapi ada komunitas motor trail atau mobil jeep. Tidak heran jika banyak komunitas-komunitas seperti itu, karena memang jalannya yang cocok menjadi medan bagi mereka.

Ditengah perjalanan kita makan bekal yang niatnya mau dimakan saat berada di budug asu. Sekitar jam 11 lebih kita sampai di bukit budug asu. Rasanya benar-benar lega, akhirnya ya dalam kurun waktu +/-3 jam setengah sampai (tapi mikir gimana baliknya).

4-Budug-asu-mendaki-2

3-Budug-asu-mendaki

Kita istirahat disana sekitar 45 menit.an, sambil foto-foto dan tidur-tiduran. Tidak lama kemudian, datang mobil jeep yang kita harapkan akan nawarin kita tebengan (hahaha). Kita udah berharap ya, eh kita dimintain foto doank. Malah mereka mengajak dua cewek lainnya (red: cewek yang boncengan pakai vario). Kita kesel sebenarnya, tapi tetap positif thinking. Kita anggap mereka berdua (dua cewek itu) lebih enggak kuat dari pada kita.

7-Pemandangan-Indah-budug-asu-2

Jam 12 lebih kita memutuskan untuk turun atau balik. Kita mengestimasikan untuk turun membutuhkan waktu 2.5 – 3 Jam (cukuplah buat shalat dhuhur), ditengah perjalan masalah menghadapi kita berdua. Kita kehabisan air minum padahal jaraknya masih 2-3km lagi. Mau minta orang ya agak sungkan juga. Kita bertekad untuk menahan haus sepanjang sisa perjalanan.

Sampai di titik tempat parkiran yang beli tiket tadi, kita langsung beli minum aqua 600 ml sendiri-sendiri dan beristirahat sejenak. Lanjut lagi berjalan menuju tempat sholat di kebun teh yang jaraknya masih 1KM, dan ternyata kita nyasar. Kita sadar kalau nyasar setelah agak lama berjalan sekitar 1.5KM.  kita balik lagi sambil melihat arah map (beruntungnya google map sedang berfungsi meskipun sinyal tidak stabil). Kita balik buat menyusuri kemungkinan-kemungkinan jalan dan bersyukur menemukan jalan karena hari mulai sore. Persimpangan jalan ini sepertinya banyak memakan korban yang tersasar. Ini dia persimpangannya (ingat-ingat ya setelah) secara ya berangkat ada petunjuk jalan ke budug asu. Kalau pulangnya tidak ada petunjuk, jadi harus teliti lewat-lewatnya.

13-Jalan-Sesat-budug-asu

Sampai di kebun teh lagi jam setengah empat, benar-benar lelah banget. Kaki rasany udah kaku, laper, jarem semua. Langsung deh kita beli mie indomie sama teh di tea house. Rasanya lega. Siap-siap beli koyo’ sama cream pereda nyeri.

Well, menurutku sendiri.. hmm, mungkin karena kita bukan pendaki dan menurutku view diatas kurang waaw sih tapi indah tetap. Entah yaa, apa karena aku berharap view seperti kawah ijen?.

Jadi amankah cewek kesini? Tergantung bagi kalian yang memang sanggup mendaki atau tidak. Aku dan temanku saja bisa, mengapa kalian tidak? Tenang saja, diatas ada orang-orang yang menolong kalian. Sinyal juga sedikit bisa diandalkan. Kalau capek tinggal naik ojek. Kenapa kita tidak naik ojek (mungkin ingin membuktikan kekuatan diri sendiri) hahaha. Tapi usahakan jangan malam hari kesini, apalagi kalau cewek-cewek doank.

Setidaknya berjalan ke budug asu ini bisa mengobati rasa rindu akan berjalan ala-ala daki gitu, tapi bagi pendaki sebenarnya pasti kurang menantang. Perjalanan kali ini ada beberapa pelajaran yang bisa aku petik dan ad tips ini bagi yang mau ke sini

  •      Bawa masker karena debunya benar-benar.
  •      Setidakny perorang butuh minum minim 1.5lt (jangan sampai kehabisan air seperti aku.
  •     Bawa makanan atau cemilan
  •      Jangan bawa yang berat-berat (kecuali real pendaki yang pengen camp)
  •    Pakai pakaian yang gelap dan nyaman (karena kurang tahu medannya yang berdebu dan berbatu, kemudian jatuh dua kali. Jadi  jaket pink serta pakaian putihku kotor L )
  •      Jangan sombong, jangan nyinyir, jangan mengeluh
  •       Perbanyak do’a

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *