Titik Harapan yang Sebenarnya

Dalam hening petang Dalam sujudmu untuk sang pencipta Dalam sepertiga malammu yang sudah lama kautinggalkan Dalam sunyi tak berbisik. Kau.. Kau menangis, berulangkali kau menangis menghujani pipi memohon ampun kepadaNya. Karena kau adalah hamba yang penuh salah .. karena kau adalah hamba dengan banyak kata dusta yang terurai dihidupmu karena kau adalah hamba yang terlalu jauh bermain dengan harapan manusia karena kau adalah hamba yang terlalu jauh untuk meninggalkanNya dan karena kau, terlalu banyak air mata yang mengalir bukan untukNya […]

Continue Reading