Sang Waktu yang Begitu Hebat

Setahun telah berlalu.
Tepat dihari itu kita menangis mengingkari takdir yang ada.
Dan tepat dihari ini kita telah berbahagia di jalannya masing-masing.

Tepat disaat itu, Tuhan sedang memberikanku pelajaran yang sangat berarti.
Kehilangan pertama yang nyata di hidup ini.
Membawa bekas trauma yang menakutkan.
Takut seseorang berpura-pura baik padahal ia teramat membencimu.
Takut salah, takut tidak peduli, takut menjadi benalu dihidup orang.
Dan semua ketakutan yang menyelimuti didiri ini saat itu.
Kepercayaan terhadap harapan yang nyata sesungguhnya
Kesombongan yang tidak disukai Sang Maha Melihat
Dan Kehidupan yang lebih baik

Dari waktu ke waktu.
Hari yang berganti bulan dan bulan yang berganti tahun.
Semua yang ada menjadi tidak berasa.
Semua yang dianggap tak bisa ternyata memungkinkan.
Semua yang tak bisa ku maafkan didiriku sendiri saat ini telah membaik.
Beberapa kutukan yang ku buat sendiri kini ku doakan agar Tuhan tidak pernah mendengar perkataan-perkataanku yang buruk-buruk saat itu.

Terima kasih sang waktu yang menenggalamkan sisa-sisa yang sudah ada.
Luka yang dulu menganga kini sudah sedikit demi sedikit terjahit meski tidak akan kembali utuh sebelum peristiwa itu.
Dulu yang terjatuh dan tak bisa berdiri, kini sedikit demi sedikit sudah bisa merangkak untuk bergerak melangkah kedepan.

Bukankah ku katakan yang sama seperti setahun yang lalu.
Rasa sayangku mungkin tidak pudar tetapi akan berganti posisi.
Dengan menuliskan kata inipun menunjukkan masih ada pecahan kaca yang belum bisa disatukan kembali.

Tak mengapa hal tersebut membuatku jauh lebih tegar dan berhati-hati dari sebelumnya. Membuatku percaya bahwa harapan yang sebenarnya adalah berharap kepada Sang Maha Pencipta.
Ketika rencana dan takdir tak sesuai harapan manusia, bukankah lebih manis karena akan banyak hal yang didapatkan dan dipelajari.

Aku percaya bahwa sang waktulah yang akan membuat semua membaik.
Dan sang waktulah yang akan benar-benar melupakan kenangan itu dan membuat cermin menyatu kembali.
Biarkanlah waktu itu berjalan dan menemukan hal-hal yang belum pernah ku rasakan.
Terima kasih sang waktu untuk kesekian kalinya.
Karena sang waktu begitu hebat, mampu melupakan kenangan-kenangan yang patut untuk dilupakan.
Mampu mengikhlaskan apa-apa yang sudah ditakdirkan.
dan belajar memahami arti kata sabar yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *